Sunday, July 27, 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H

Dear mommies & para pembaca setia sahamibu.blogspot.com, 

Saya dan keluarga mengucapkan 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H.

Mohon maaf lahir & batin...


sahamibu.blogspot.com




Wednesday, July 23, 2014

Auto Order MOST & Monthly Training Mandiri Sekuritas

Artikel kali ini saya dedikasikan untuk Mandiri Sekuritas yang sudah membuat saya lebih cerdas dalam beraktivias di dunia saham dan pasar modal. Dan menjadi nasabah Mandiri Sekuritas yang menyediakan aplikasi Auto Order membuat saya dan suami lebih mudah melakukan transaksi di bursa saham.

Auto Order adalah feature yang terdapat di aplikasi MOST (Mandiri Sekuritas Online Trading) yang harus diinstal dan dioperasikan di laptop berbasis Windows. Auto Order ini membuat kita dapat melakukan pemesanan pembelian saham baik berupa Auto Buy dan Auto Sell dan pemesanan ini berlaku 30 hari. Pertama kali saya mengopeasikan Auto Order ini setelah mengikuti training Basic 2 Mandiri Sekuritas, saya melakukan kesalahan sangat fatal. Saya melakukan salah input di bagian profit taking terbalik dengan cut loss. Alhasil sebagian saham saya tereksekusi jual, padahal sudah diwanti-wanti oleh instruktur training (terlalu percaya diri memang saya). Tetapi tidak masalah karena saat itu memang market lagi turun dan akhirnya saya melakukan Buy Back atau dengan arti lain saya membeli lagi seluruh saham yang tidak sengaja terjual dengan harga lebih murah. Pelajaran sangat mahal dan saya anggap bagian dari sekolah transaksi saham.  

Setelah saya menguasai Auto Order ini, hidup saya jauh lebih mudah dalam melakukan transaksi saham. Saya tidak perlu lagi memerhatikan gadget dan memantau pergerakan saham. Karena saya sudah melakukan Auto Order dengan menentukan saham yang akan saya koleksi dan jumlah lot saham yang saya mau.  Dimana Auto Buy sudah saya set di harga fundamental dari saham yang akan saya beli dan Auto Sell di harga Target Price sesuai dengan Matriks yang dikirimkan oleh analis Mandiri Sekuritas ke seluruh nasabahnya setiap 2 minggu sekali. Atau saya hitung sendiri sesuai dengan perhitungan valuasi saham menurut Laporan Keuangan Emiten yang sahamnya saya ingin koleksi di website Laporan Keuangan Emiten

Kemudian setiap bulannya, Mandiri Sekuritas mengadakan training bagi calon nasabah yaitu Training Mandiri Sekuritas Online Trading Basic 1 dan nasabah yaitu Training Mandiri Sekuritas Online Trading Basic 2 yang membahas penggunaan aplikasi MOST dan Training Mandiri Sekuritas Online Trading Level Intermediate yang membahas Analisa Fundamental dan Analisa Tehnikal sehingga nasabah Mandiri Sekuritas sebagai pandai membaca pasar dan mengkoleksi saham sesuai dengan perhitungannya sendiri. 

Hampir setiap bulan saya berusaha meluangkan waktu untuk mengikuti training dan acara yang diadakan Mandiri Sekuritas. Salah satunya adalah Kopi Darat Pertama Mandiri Sekuritas yang diadakan pada tanggal 13 Juni 2014 di Beranda Cafe. 



Karena saya berpendapat bahwa ilmu transaksi saham seperti Survival Kit yang membuat kita bisa "makan" walaupun dalam kondisi jobless atau in between, maka sangatlah penting mempelajari ilmu investasi saham ini dengan sebaik-baiknya pada saat kita masih berstatus bekerja atau memiliki penghasilan tetap. Karena ketika kita mengalami keadaan dimana kita harus "makan" tetapi tidak memiliki penghasilan, ilmu transaksi saham yaitu penguasaan analisa fundamental dan tehnikal yang baik dapat dijadikan modal usaha yang mudah. Bisa juga untuk investasi ilmu persiapan untuk pensiun atau mungkin untuk para ibu yang tidak mungkin lagi bekerja kantoran karena harus mengurus anak. 

Maka dari itu, saran dari saya, jadilah nasabah sekuritas yang rutin memberikan training transaksi saham kepada nasabahnya secara cuma-cuma dan juga memberikan update info harian secara detil sebagai panduan dan mempermudah transaksi saham. Jangan hanya tergiur dengan murahnya fee transaksi karena ilmu transaksi dan investasi saham sangat bernilai. Salah satunya adalah Mandiri Sekuritas, anak perusahaan Bank Mandiri yang merupakan perusahaan plat merah milik Bangsa Indonesia. 

Jakarta, 24 Juli 2014

ps: Mandiri Sekuritas konsisten meraih Capital Market Award dari tahun ke tahun, begitu juga tahun 2014 Daftar Pemenang Capital Market Award 2014

Tips Belanja Saham (2)

Banyak cara untuk mengetahui saham apa yang bagus dikoleksi dari segi fundamentalnya. Memang dalam berinvestasi saham, kita harus melihat fundamental dari saham (baca valuasi/instrisik saham seperti EPS growth, PER & PBV dari saham tersebut) tersebut, bukan harga dari saham tersebut. 

Kalau kata opa Warren Buffet: 

The company is more important than price

"It's far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price."




Salah satu acuan pembelian saham adalah dengan melihat saham-saham yang masuk di index pilihan seperti LQ 45, IDX 30, atau JII dan ISSI untuk saham yang masuk kategori syariah. Untuk melihat index tersebut bisa dilihat di Statistik IDX.

Ada cara lain lagi yaitu dengan melihat rekomendasi para analisa sekuritas yang salah satunya bisa dibaca di  Rekomendasi Prediksi. Untuk tahun politik, biasanya di awal tahun para analis sekuritas memberikan rekomendasi berdasarkan analisa mereka seperti: 10 Saham Pilihan yang Layak diKoleksi di Tahun Politik - Kompas

Yang tertarik dengan produk reksadana, bisa juga membuat produk reksadana sendiri dengan "mencontek" saham-saham yang termasuk dalam produk reksadana. Misalnya Produk Reksadana A yang launching sejak 1997 dan telah meraih berbagai macam penghargaan sebagai Reksadana Saham terbaik oleh Majalah Investor dan Tabloid Kontan. Saham-saham terbesar yang masuk di Produk Reksadana A tersebut adalah: ASII, BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, BSDE, GJTL, MAPI dan SMRA dan komposisi sektor yang masuk porftolio Produk Reksadana A tersebut adalah: Finance 43%, Consumer Goods 0,5%, Properties 15,5%, Money Market 6%, Plantation 0,5%, Automotive 13%, Cement 2%, Mining 1%, Pharmaceutical 0,5%, Other 4,%. 

Untuk mengetahui jenis reksadana yang menghasilkan return tertinggi, bisa membaca berbagai referensi salah satunya bisa dibaca di Harga Saham Naik Harga Reksadana Capai Puncak

Tapi kembali lagi ke para investor apakah percaya dengan segala referensi di atas? Daripada susah payah mencari saham 502 emiten, untuk awal bisa dijadikan acuan.

Saya tidak menyarankan untuk membeli saham emiten yang baru IPO (saham IPO) kalau prospektusnya tidak menunjukkan valuasi fundamental yang bagus untuk saham IPO tersebut. Sebagai informasi, untuk saham-saham IPO yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia bisa dibaca disini: Now 502 listed Indonesian companies on the Indonesia Stock Exchange

Selamat mencoba!

Jakarta, 23 Juli 2014